Apakah anak Anda memiliki gigi yang belum juga tumbuh meski usianya sudah cukup? Atau Anda merasa ada gigi tetap yang “hilang” sejak lahir? Bisa jadi itu adalah tanda dari agenesis gigi.
Di Dharmawangsa Dental Studio, kami kerap menangani kasus agenesis dengan pendekatan yang personal dan terintegrasi — agar pasien tetap memiliki senyum yang sehat dan percaya diri, meski ada gigi yang tidak tumbuh.
Apa Itu Agenesis Gigi?
Agenesis gigi adalah kondisi di mana satu atau lebih gigi tidak terbentuk secara bawaan sejak lahir. Artinya, benih gigi (tooth bud) memang tidak ada sejak awal pertumbuhan.
Kondisi ini bisa terjadi pada:
- Gigi susu (primary teeth) – jarang
- Gigi tetap (permanent teeth) – lebih sering
Jenis-Jenis Agenesis Gigi
Agenesis diklasifikasikan berdasarkan jumlah gigi yang tidak tumbuh:
- Hypodontia: 1–5 gigi tidak terbentuk
- Oligodontia: 6 gigi atau lebih tidak terbentuk
- Anodontia: Tidak ada satu pun gigi yang tumbuh (sangat langka)
Gigi yang Paling Sering Mengalami Agenesis
- Gigi geraham kecil kedua bawah (premolar 2 bawah)
- Gigi insisivus lateral atas
- Gigi geraham bungsu (molar 3 / gigi bungsu)
Apa Penyebab Agenesis Gigi?
Beberapa penyebab umum meliputi:
- Faktor genetik/herediter (turunan keluarga)
- Gangguan pertumbuhan janin
- Sindrom tertentu seperti Down Syndrome, Ectodermal Dysplasia
- Gangguan hormonal atau metabolik
Gejala Agenesis Gigi
- Gigi yang tak kunjung tumbuh meski usia cukup
- Celah besar antar gigi
- Posisi gigi yang miring karena ruang kosong
- Kesulitan menggigit atau mengunyah
- Masalah estetika (senyum tidak simetris)
Penanganan Agenesis Gigi di Dharmawangsa Dental Studio
Kami menyediakan solusi jangka pendek dan jangka panjang untuk agenesis, tergantung usia, kondisi rahang, dan jumlah gigi yang hilang:
- Ortodontik (Behel)
Membantu menutup celah atau menyelaraskan posisi gigi lain agar estetik dan fungsi terjaga.
- Gigi Tiruan atau Implan
Jika ruangnya besar dan gigi lain tidak dapat menutupnya, kami menyarankan:
- Gigi tiruan lepasan atau jembatan
- Implan gigi permanen, setelah usia rahang matang
- Space Maintainer (untuk anak-anak)
Untuk mempertahankan ruang gigi yang belum tumbuh agar bisa dipasang implan atau restorasi di masa depan.
Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Segera konsultasikan jika:
- Anak usia 6–8 tahun belum tumbuh gigi tetap
- Terdapat ruang kosong yang terus bertambah lebar
- Gigi permanen hanya tumbuh sebagian
- Anda merasa gigi “hilang” sejak lama
Semakin cepat ditangani, semakin baik hasil fungsional dan estetiknya!
Konsultasi Agenesis Gigi di Dharmawangsa Dental Studio
Kami siap membantu Anda memahami dan menangani agenesis gigi dengan tim dokter gigi berpengalaman dan peralatan digital terkini. Mulai dari pemeriksaan rontgen, pencetakan digital, hingga rencana perawatan jangka panjang — semua tersedia dalam satu klinik modern yang nyaman.
Booking konsultasi via WhatsApp……